Kebakaran Bukit Bulu Salili Gowa Mengamuk, hingga 4 Hektare Hutan Dilalap Api
- account_circle alle.mk2312@gmail.com
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GOWA | FAKTA BERITA.MEDIA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Bukit Bulu Salili, Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (19/8/2026). Kobaran api menghanguskan area yang diperkirakan mencapai sekitar 1,5 hingga 4 hektare.
Api membakar semak belukar, ilalang, bambu, serasah daun kering, hingga sebagian pohon pinus. Kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau membuat api dengan cepat menjalar di bagian bawah dan lereng bukit.
Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca yang panas dan kering, diperparah dugaan aktivitas pembakaran sampah oleh warga. Tumpukan serasah kering di lantai hutan juga menjadi bahan bakar yang memudahkan api merambat.
Dampak kebakaran cukup serius. Sejumlah vegetasi di kawasan yang mencakup area konservasi dan hutan produksi ikut terbakar. Semak, ilalang, bambu hingga lantai hutan yang dipenuhi daun kering menjadi bagian yang paling banyak dilalap api.
Kobaran api sempat menimbulkan kekhawatiran akan merembet ke kawasan wisata utama Malino. Namun, api berhasil dikendalikan dan dipastikan lebih banyak melahap bagian bawah serta lereng Bukit Bulu Salili.
Petugas gabungan yang terdiri dari personel pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, serta masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman. Upaya tersebut berhasil mencegah api meluas lebih jauh dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius di tengah kondisi musim kemarau. Vegetasi dan serasah yang mengering membuat kawasan perbukitan serta hutan sangat rentan terhadap kebakaran.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun kegiatan yang berpotensi memicu api di sekitar kawasan hutan. Kelalaian kecil di tengah kondisi kering dapat berubah menjadi kebakaran besar yang mengancam lingkungan dan kawasan wisata.
Hingga kini, penanganan pascakebakaran dan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar menjadi langkah penting untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali.
- Penulis: alle.mk2312@gmail.com



Saat ini belum ada komentar